HUKUMNYA SHOLAT SUNNAH QOBLIYAH JUM’AT

Sholat Qobliyah Jum’at adalah sunnat artinya orang yang melakukannya beroleh pahala daripada Allah SWT dan tidak berdosa yang meninggalkannya, sama halnya dengan Qobliyah Sholat Dzuhur. Kata Syaikh Ibrohim Al-Bajuri dalam Hasyiahnya atas Fathul Qorib :
والجمعة كالظهر فيما يسن لها فيسن قبلها اربع وبعدها اربع
Artinya : dan Jum’at itu seperti Dzuhur dalam perkara yang di sunnatkan baginya, maka di sunnatkan sebelumya empat roka’at dan sesudahnya empat roka’at.
Dan begitulah umumnya Ibarat-ibarat kitab fiqih.
Marilah kita ikuti alakadarnya keterangan hadist-hadist yang menyangkut urusan qobliyah jum’at ini.
Diriwayatkan dari Abdullah Ibnuzzubair bahwa bersabda Rosulullah SAW:
مامن صلاة مفروضة الا وبين يديها ركعتان
Artinya :
Tak ada satu sholat yang difardhukan melainkan disunnatkan sebelumnya sholat dua rokaat
(HR.Ibnu Hibban)
Sholat Jum’at adalah fardhu maka disunnatkan sebelumnya dua rokaat.
Diriwayatkan dari Abi Hurairoh ra. Berkata:
كان يصلى قبل الجمعة اربعا وبعدها اربعا
Artinya :
Adalah Rosulullah SAW sholat sebelum jum’at empat rokaat dan sesudahnya empat rokaat.
(HR.Al-Bazzar)
Adapula satu riwayat dari Ibnu Abbas ra. Berkata ia :
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَرْكَعُ قَبْلَ الْجُمُعَةِ أَرْبَعًا لَا يَفْصِلُ فِي شَيْءٍ مِنْهُنَّ
Artinya :
adalah Nabi SAW sholat sebelum Jum’at empat roka’at tidak dipisahkannya di antara rokaat-roka’atnya dengan sesuatu
(HR.Ibnu Majah)
Diriwayatkan pula dari Abi Hurairoh ra :
ان النبي صلى الله عليه وسلم كان يصلى قبل الجمعة ركعتين وبعدها ركعتين
Artinya :
Bahwa Nabi SAW adalah beliau sholat sebelum jum’at dua roka’at dan sesudahnya dua roka’at.
(HR.Atthobaroni)
Diriwayatkan dari Abi Hurairohdan Jabir ra berkata keduanya :
وَفِي رِوَايَةٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ وَجَابِرٍ قَالَ : { جَاءَ سُلَيْكٌ الْغَطَفَانِيُّ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْطُبُ ، فَقَالَ لَهُ : أَصَلَّيْتَ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ تَجِيءَ ؟ قَالَ لَا ، قَالَ : فَصَلِّ رَكْعَتَيْنِ وَتَجَوَّزْ فِيهِمَا } رَوَاهُ ابْنُ مَاجَهْ وَرِجَالُ إسْنَادِهِ ثِقَاتٌ .
Pernah datang Sulaik Al-Ghotofani dimana Rosulullah SAW sedang berkhutbah (Jum’at) bersabda Nabi SAW kepadanya “ apakah engkau telah sholat dua roka’at sebelum kedatanganmu? Jawabnya “belum” sabda Nabi SAW maka lakukanlah olehmu sholat dua roka’at dan persingkatlah keduanya.
(HR.Ibnu Majah)
Assyaukani dalam Nailul Authornya ada mensitir maksud dari hadist ini , dengan katanya :
وَقَوْلُهُ : ” قَبْلَ أَنْ تَجِيءَ ” يَدُلُّ عَلَى أَنَّ هَاتَيْنِ الرَّكْعَتَيْنِ سُنَّةٌ لِلْجُمُعَةِ قَبْلهَا وَلَيْسَتَا تَحِيَّةً لِلْمَسْجِدِ ا هـ
Artinya :
dan sabda Nabi SAW “sebelum kedatanganmu” menunjuki bahwa dua rokaat yang dimaksud itu sunnah jum’at yang sebelumnya atau Qobliyah. Bukan yang dimaksud dengan kedua rokaat itu Tahiyyatul Masjid.
Kami bawakan juga di sini apa yang dikatakan oleh Al-Allamah Al-Muhaddist Munla Ali Al-Qori sebagai berikut:
وقد جاء بسند جيد كما قاله الحافظ العراقي انه صلى الله عليه وسلم كان يصلى قبلها اربعا
Dan sesungguhnya datang hadist dengan sanad yang bagus,sebagaimana dikatakan oleh Al-Hafidzul ‘Iroqy bahwa Nabi SAW adalah beliau melakukan sholat sebelum jum’at empat roka’at.

One thought on “HUKUMNYA SHOLAT SUNNAH QOBLIYAH JUM’AT

  1. Ipoel El-faqih mengatakan:

    berarti wong2 tas shlt jumat 4 rakaatkah shlt sunnah ba’diyah ya mang..?
    tapi ana sing ngomong shlt dohor?????????????????

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s